• Rangkuman Ajaran Niwrtti Marga

     Soal:

    1.      Buatlah rangkuman yang berhubungan dengan ajaran Niwrtti Marga dari berbagai sumber yang diketahui!


    Jawab :

    Sumber foto: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-dalam-prosesi-merayakan-nyepi-1689899/

    Selain konsep diatas, ajaran Nwrtti Marga dapat dibuktikan dalam sloka :

    1.      “ … lewih tekaò tapa sakiò yajña, Lewih tekaò yajña sakeò kirti, Ikaò tigaò siki prawåϸti-kadharma òaran ika, Kunaò ikaò yoga yeka niwåϸti kadharma òaranya “

    Terjemahan : “…. apapun keutamaan daripada tapa atau pengendalian diri munculnya atau timbulnya dari yajña atau persembahan atau pemujaan, sedangkan keutamaan daripada yajña atau persembahan atau pemujaan munculnya dari kirti atau kerja atau pengabdian, demikianlah ketiganya itu disatukan yang disebut, Prawirtti kadarman, tetapi mengenai ajaran yoga itu disebut dengan Niwrtti kadharman “

    Berdasarkan penjelasan sloka diatas, Nwrtti Marga ialah suatu jalan atau cara yang utama untuk mewujudkan rasa bhakti kehadapan Sang Hyang Widhi dengan wujud tekun melakukan Yoga dan Samadhi.

     

    2.      Sarve asmin devā ekavrto bhavanti “

     

                Terjemahan : “Didalam-Nya semua dewata menunggal” ( Atharva Veda XIII. 4. 21 )

    Berdasarkan sloka diatas, Niwrtti Marga dapat dilaksanakan dengan menekuni ajaran Yoga Marga. Yoga Marga adalah suatu usaha untuk menghubungkan diri dengan Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya.

     

    3.      “Yogaccitta vrtti nirodhah” ( Yoga Sutra I. 1 )

     

    Terjemahan : “ Yoga adalah pengendalian gelombang-gelombang pikiran dalam alam pikiran ”.

    Berdasarkan uraian sloka diatas, jelas dinyatakan bahwa gelombang-gelombang pikiran itu harus dikendalikan. Yoga mengajarkan pengendalian diri untuk menjernihkan pikiran serta membebaskan ikatan/belenggu suka-duka yang bersifat duniawi, yang ada pada setiap diri manusia.

    Pelaksanaan yoga terdiri dari delapan tahapan yang disebut Astangga Yoga. Astangga Yoga terdiri dari :

    1.      Yama yaitu pengendalian diri dari tahap perbuatan jasmani.

    2.      Nyama yaitu pengendalian diri dalam diri yaitu tahapan rohani.

    3.      Asana yaitu sikap duduk.

    4.      Pranayama yaitu pengendalian pernapasan.

    5.      Pratyahara yaitu penarikan pikiran dari objeknya.

    6.      Dharana yaitu pemusatan pikiran

    7.      Dhyana yaitu meditasi

    8.      Samadhi adalah luluhnya pikiran dengan Atman.


    Tahapan tersebut yaitu:

    1.      Tahapan permulaan adalah Yama

    Kata yama sebagaimana diuraikan diatas berarti pengendalian diri pada bagian awal. Yama sebagai pengendalian diri paling awal, terdiri dari lima bagian yang sering disebut Panca Yama. Bagian-bagiannya yaitu:

    a)      Ahimsa artinya tidak menyakiti sesame makhluk hidup.

    b)      Brahmacari adalah masa belajar mencari ilmu pengetahuan.

    c)      Satya artinya setia.

    d)     Apari artinya tidak serakah, tidak mementingkan diri sendiri.

    e)      Asteya artinya tidak mencuri, tidak korupsi, tidak mengambil hak orang lain.

    Sehubungan yama sebagai pengendalian diri tingkat pertama dalam kitab Sarasamuscaya disebutkan ada sepuluh yama yang disebut Dasa Yama yang terdiri dari:

    a)      Angrasangsya artinya tidak mementingkan diri sendiri.

    b)      Ksama adalah tahan akan panas dingin.

    c)      Satya artinya tidak berdusta

    d)     Ahimsa artinya membahagiakan semua makhluk

    e)      Dama artinya sabar, dapat menasehati diri sendiri.

    f)       Arjawa artinya tulus hati, berterus terang

    g)      Priti artinya sangat welas asih

    h)      Prasada adalah jernih hati

    i)        Madhurya yaitu manisnya pandangan dan perkataan

    j)        Mardawa artinya lembut hati.

     

    2.      Tahapan kedua yaitu Nyama

    Nyama merupakan pengendalian diri dari dalam diri (rohani). Nyama terdiri dali lima bagian yang disebut Panca Nyama, bagian-bagiannya yaitu:

    a)      Sauca artinya suci lahir batin

    b)      Santosa artinya kepuasan

    c)      Tapa artinya pengekangan diri

    d)     Swadhayaya artinya belajar

    e)      Iswarapranidhana artinya bebrakti kepada Sang hyang Widhi.

    Dalam kitab Sarasamuscaya  disebutkan ada sebuluh macam nyama yang disebut Dasa Nyama yang terdir dari :

    a)      Dana artinya pemberian makanan dan minuman

    b)      Ijya artinya pujaan kepada Dewa, Leluhur, dan lain-lain

    c)      Tapa artinya pengekangan hawa nafsu jasmani

    d)     Dhyana adalah merenung memuja Dewa Siwa

    e)      Swadhyaya artinya mempelajari Veda

    f)       Upasthanigraha artinya pengekangan nafsu syahwat

    g)      Brata artinya pengekangan nafsu terhadap makanan

    h)      Upawasa artinya pengekangan diri

    i)        Mona artinya tidak bersuara

    j)        Snana artinya melakuakan pemujaan denga Tri Sandya.

     

    3.      Asana adalah sikap badan yang sempurna

    Asana sebagai suatu ajaran dalam Astangga Yoga yang bertujuan meredamkan gerak-gerik tubuh sehingga pikiran tidak akan terganggu dengan gerakanan tubuh itu. Dalam pelaksanaan asana, seseorang boleh memilih salah satu diantara asana yang ada seperti padmasana, bajrasana, siddhasana, svatikasana atau sukhasana. Dengan sikap asana, maka keadaan jasmani seseorang menjadi lebih sempurna. kesempurnaan jasmani itu dapat menghantarkan rohani seseorang menjadi tenang.

     

    4.      Pranayama adalah pengendalian tenaga hidup

    Prana adalah tenaga hidup. Prana berada pada unsur, tetapi dia bukan unsur itu. Dia bisa berada di udara, makanan, minuman, cahaya matahari, dan berbagai benda. Prana merupakan bagian nafas alam semesta.

    Melalui pengendalian jalannya nafa, seseorang dapat mengendalikan dan mendiamkandengan tenang pikirannya. Ada tiga bagian pranayama, yaitu:

    a)      Puraka yaitu menarik nafas

    b)      Kumbaka yaitu menahan nafas

    c)      Recaka yaitu mengeluarkan nafas

     

    5.      Pratyahara adalah pemusatan pikiran pada Sang Hyang Widhi

    Menarik pikiran dari objek-objek yang menggelisahkan dan memusatkan pada diri sendiri (Sang Hyang Widhi) inilah yang disebut pratyahara. Pratyahara merupakan suatu proses awal dalam usaha mencapai Samadhi.

     

    6.      Tahapan keenam yaitu Dharana

    Dharana adalah usaha mengikatkan pikiran pada satu objek (Sang Hyang Widhi) agar dapat menetap dan tidak goyah.

     

    7.      Dhyana adalah tahapan ketujuh

    Dhyana adalah usaha melatih pikiran untuk tetap terpusat dalam satu objek di dalam atau di luar diri sendiri dan sampai mengalirkan arus kekuatan yang tidak terpecah-pecah.

     

    8.      Samadhi adalah tahapan kedelapan (puncak yoga)

    Samadhi adalah terpusatnya pikiran pada dirinya sendiri (Atman/Brahmana). Samadhi dapat dicapai oleh seseorang apabila ia telah teguh dengan kekuatan dhyana sehingga dapat menolak rangsangan luar dan hanya tetap pada pemusatan pikiran pada Sang Hyang Widhi. Dharana, Dhyana, Samadhi merupakan tingkatan usaha pemusatan pikiran sebagai wujud dari yoga yang sejati. Pertolongan-pertolongan di antara Dharan, Dhyana, Samadhi disebut Antarangga.

     

    Demikianlah ajaran Astangga Yoga. Ajaran yoga tetap dilandasi oleh ajaran etika, karena orang yang berbudi pekerti baik dapat mencapai tingkat Samyana.

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar