• Rangkuman 200 Cabang Ilmu Biologi Terlengkap

    Foto Penelitian
    Sumber Foto: Chokniti Khongchum dari Pexels

    Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang mahluk hidup, yaitu hewan, tumbuhan, dan mikroba. Beberapa aspek yang akan dipelajari misalnya adalah genetika, struktur organisme, perkembangan organisme, fisiologi, ekologi dan penerapan ilmu biologi. 

    Meskipun ruang lingkupnya luas, terdapat beberapa konsep umum yang mengatur semua penelitian, sehingga menyatukannya dalam satu bidang. Biologi umumnya mengakui sel sebagai satuan dasar kehidupan, gen sebagai satuan dasar pewarisan, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru.


    Biologi dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu. Berikut rangkumannya:

    1. Aerobiologi  ilmu yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara

    2. Agroforestri  ilmu yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan

    3. pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka       pendek

    4. Agronomi, ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya

    5. Algologi, ilmu yang mempelajari tentang alga

    6. Anatomi atau ilmu urai tubuh, ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh

    7. Anatomi Perbandingan, ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup.

    8. Andrologi, ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria

    9. Anestesiologi, disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.

    10. Angiologi, ilmu yang mempelajari penyakit sistem peredaran darah dan sistem limfatik

    11. Antropologi biologi, ilmu yang mempelajari penelitian biologis dan budaya tentang keanekaragaman manusia, evolusi manusia, dan pembandingan anatomi, perilaku, sejarah, dan ekologi primat di masa lampau dan kini

    12. Apiologi, ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah

    13. Arachnologi, ilmu yang mempelajari tentang laba-laba.

    14. Artrologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)

    15. Artropodologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan artropoda

    16. Astrobiologi, studi yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta

    17. Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri

    18. Batrakologi, ilmu yang mempelajari tentang amphibian

    19. Biofarmaka, ilmu yang mempelajari budidaya tanaman obat

    20. Bioinformatika, ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis

    21. Biologi Air Tawar, ilmu yang mempelajari kehidupan dan ekosistem habitat air tawar

    22. Biologi Evolusioner, ilmu yang mempelajari asal-usul spesies yang memiliki nenek moyang sama, dan penurunan spesies, serta perubahan, pertambahan, dan diversifikasinya sejalan dengan waktu.

    23. Biologi Integratif, ilmu yang mempelajari organisme secara keseluruhan melalui fokus antarmuka antara biologi dan fisika, kimia, teknik, pencitraan, dan informatika

    24. Biologi Kelautan, ilmu yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta interaksinya dengan lingkungan)

    25. Biologi Konservasi, studi tentang pelestarian, perlindungan, dan restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, dan satwa liar

    26. Biologi Kuantum, ilmu yang mempelajari aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya

    27. Biologi Lingkungan, ilmu yang mempelajari lingkungan beserta permasalahan dan solusinya, dengan mengintegrasikan akademik ilmu fisik dan biologi

    28. Biologi Molekuler, kajian biologi pada tingkat molekul

    29. Biologi Pembangunan, ilmu yang mempelajari lingkungan hidup dalam ruangan

    30. Biologi Perkembangan, ilmu yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organism

    31. Biologi Populasi, ilmu yang mempelajari tentang populasi organisme, terutama pengaturan jumlah populasi, ciri-ciri sejarah kehidupan populasi, dan kepunahannya

    32. Biologi Psikologi, ilmu yang mempelajari pengaruh timbal balik antara bidang psikologis dan biologis terhadap satu sama lain

    33. Biologi Reproduksi, cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan

    34. Biologi Sintesis, ilmu yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologis baru serta sistem yang tidak ditemukan di alam

    35. Biokimia, kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup

    36. Biofisika. cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi

    37. Biogeografi, cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu

    38. Biomatematika, ilmu yang mempelajari penelitian kuantitatif dari proses biologis, dengan penekanan pada pemodelan

    39. Biomekanika, ilmu yang mempelajari penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis

    40. Bionik, ilmu yang mempelajari penerapan metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan desain sistem rekayasa dan teknologi modern

    41. Biostatistika, (gabungan dari kata biologi dengan statistika; kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi

    42. Bioteknologi, cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa

    43. Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan

    44. Bryologi, ilmu yang mempelajari tentang bryophyte

    45. Cetologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari cetacean

    46. Conchologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari kulit moluska

    47. Dendrokronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin lingkaran tahunan pada batang berkambium

    48. Dendrologi, ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu lainnya, seperti liana dan semak

    49. Dermatologi, ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya

    50. Ekofisiologi, ilmu yang mempelajari adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi lingkungannya

    51. Ekologi, ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya

    52. Ekologi molekuler, ilmu yang mempelajari ekologi pada tingkat molekul

    53. Embriologi, ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio

    54. Endokrinologi, ilmu yang mempelajari tentang hormone

    55. Entomologi, Ilmu yang mempelajari tentang serangga

    56. Epidemiologi, ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit

    57. Epigenetik, ilmu yang mempelajari perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya

    58. Epizoologi, ilmu mengenai penyakit menular yang menjangkiti hewan, biasanya hewan ternak

    59. Etnobiologi, ilmu yang mempelajari hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan lingkungan dari jaman dahulu hingga sekaranz

    60. Etnobotani, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan

    61. Etnozoologi, ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan

    62. Etologi, cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya

    63. Eugenetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

    64. Evolusi, ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam jangka panjang

    65. Enzimologi, ilmu yang mempelajari tentang enzim

    66. Farmakologi, ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia

    67. Fenologi,  ilmu yang mempelajari pengaruh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme atau populasi

    68. Fikologi, ilmu yang mempelajari tentang alga.

    69. Filogeni, kajian mengenai hubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya

    70. Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang faal/fungsi kerja tubuh

    71. Fisioterapi, Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot

    72. Fitopatologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara

    73. Florikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang tanaman hias

    74. Gastrologi, ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus

    75. Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat

    76. Genetika Ekologi, ilmu yang mempelajari genetika dalam ciri-ciri ekologi

    77. Genetika Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dari pewarisan sifat mahkluk hidup

    78. Genetika Kuantitatif, Cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik)

    79. Geobiologi, ilmu yang menggabungkan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organisme dengan lingkungan mereka

    80. Geriatri, ilmu yang mempelajari penyakit dari kaum berusia lanjut

    81. Gerontologi, ilmu yang mempelajari melalui berbagai aspek terhadap proses penuaan yaitu melalui pendekatan biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan

    82. Genetika, ilmu yang membahas transmisi bahan genetik pada ranah populasi

    83. Genetika kuantitatif, cabang genetika yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif atau metrik), yang tidak bisa dijelaskan secara langsung melalui hukum pewarisan Mendel

    84. Genetika molekuler, cabang genetika yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam sel)

    85. Genetika populasi, ilmu yang mempelajari transmisi bahan genetik pada ranah populasi

    86. Ginekologi, ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)

    87. Genomika, ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu organisme atau virus

    88. Helminthologi, ilmu yang mempelajari tentang cacing

    89. Hematologi, ilmu yang mempelajari darah, organ pembentuk darah dan penyakitnya

    90. Herbakronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin pertumbuhan tahunan (atau cincin sederhana tahunan) dalam xylem akar sekunder tanaman herbaceous

    91. Herpetologi, ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)

    92. Histologi, ilmu yang mempelajari tentang jaringan

    93. Histopatologi, cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit

    94. Higiene, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup

    95. Hortikultura, ilmu pertanian yang mempelajari budidaya tanaman dari proses menanam sampai pasca panen yang meliputi tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias

    96. Hortikultura Lanskap, ilmu hortikultura yang khusus membahas tentang pemanfaatan tanaman hortikultura, terutama tanaman hias dalam penataan lingkunganIkhtiologi, ilmu yang mempelajari tentang ikan

    97. Ilmu gulma, ilmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya

    98. Ilmu kedaruratan medis, ilmu yang mempelajari pertolongan pertama pada suatu penyakit

    99. Ilmu kedokteran forensik, ilmu yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hokum

    100. Ilmu kedokteran gigi, ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau dengan pembedahan

    101. Ilmu kedokteran hewan, ilmu yang menerapkan prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan

    102. Ilmu kedokteran molekuler, ilmu kedokteran yang mengkaji tingkat molekul

    103. Ilmu kesehatan masyarakat, ilmu yang mempelajari pemeliharaan, perlindungan, dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat

    104. Ilmu pemuliaan, ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya melalui penerapan genetika

    105. Ilmu produksi ternak, ilmu yang mempelajari perawatan ternak dengan benar dalam rangka meningkatkan kualitas dari produk ternak tersebut

    106. Ilmu teknologi enzim, ilmu yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim

    107. Imunohematologi, ilmu yang mempelajari tentang golongan darah

    108. Imunologi, Ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh

    109. Imunoserologi, ilmu yang mempelajari identifikasi terhadap antibodi, investigasi masalah sistem kekebalan tubuh, dan mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi

    110. Informatika kedokteran, ilmu yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan

    111. Kardiologi, ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah

    112. Karsinologi, ilmu yang mempelajari tentang crustacean

    113. Ladistika, ilmu yang mempelajari metode klasifikasi spesies organisme ke dalam kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang dan semua keturunannya

    114. Klimatologi, ilmu yang mempelajari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda , dan bagaimana kaitan antara iklim dan dengan aktivitas manusia

    115. Kriobiologi, studi tentang bahan dan sistem biologis dengan suhu dibawah normal

    116. Kriptozoologi, ilmu yang mempelajari pencarian hewan yang keberadaannya belum terbukti

    117. Kronobiologi, ilmu yang mempelajari fenomena dalam mahkluk hidup secara periodik dan adaptasi mereka terhadap ritme bulan dan matahari

    118. Likenologi, ilmu yang mempelajari lumut, simbiosis organisme terdiri dari asosiasi simbiosis akrab dari alga mikroskopis dengan jamur filamen.

    119. Limnologi, ilmu yang mempelajari tentang rawa

    120. Malakologi, ilmu yang mempelajari tentang moluska

    121. Mamologi, ilmu yang mempelajari tentang mammalia

    122. Mellisopalinologi, ilmu yang mempelajari serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber serbuk sari tersebut

    123. Metabolomika, kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam sel

    124. Mikobiologi, ilmu yang mempelajari tentang jamur

    125. Mikrobiologi, ilmu yang mempelajari tentang organisme mikro

    126. Mikrobiologi kedokteran, studi mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit yang penting bagi medis dan mampu menyebabkan penyakit pada manusia.

    127. Miologi, ilmu yang mempelajari tentang otot

    128. Mirmekologi, ilmu yang mempelajari tentang rayap

    129. Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar organisme

    130. Nasofaringologi, ilmu yang mempelajari tentang nasofaring

    131. Nematologi, ilmu yang mempelajari tentang nematoda

    132. Nefrologi, cabang medis internal yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal

    133. Neufarmakologi, ilmu yang mempelajari narkoba yang mempengaruhi fungsi seluler di dalam system saraf

    134. Neuroethologi, ilmu yang mempelajari kebiasaan hewan beserta saraf yang berperan aktif dalam mengendalikan kebiasaan tersebut

    135. Neurologi, ilmu yang menangani penyimpangan pada sistem saraf

    136. Neurosains, ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron

    137. Neurosains Evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf

    138. Nosologi, ilmu yang mempelajari bagian pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu

    139. Nutrisi, ilmu yang mempelajari penyediaan bahan yang diperlukan (dalam bentuk makanan) untuk mendukung kehidupan sel dan organisme

    140. Obstetri, ilmu kedokteran yang berhubungan dengan persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya

    141. Oftalmologi, ilmu yang mempelajari tentang mata (penyakit mata)

    142. Olerikultura, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang sayur

    143. Onkologi, ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya

    144. Ontogeni, Ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa

    145. Ornitologi, ilmu yang mempelajari tentang burung

    146. Organologi, ilmu yang mempelajari tentang organ

    147. Ortodonti, ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, pertumbuhkembangan dan bentuk wajah serta cara faktor tersebut mempengaruhi oklusi gigi dan fungsi organ di sekitarnya.

    148. Ortopedi, ilmu yang mempelajari cedera akut, kronis, dan trauma, serta gangguan lain pada system muskuloskeletal

    149. Oseanografi, ilmu yang mempelajari tentang laut, termasuk kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, dan aspek lain yang mempengaruhi laut

    150. Osteologi, ilmu yang mempelajari tentang tulang

    151. Otolaringologi, ilmu yang mempelajari meneliti diagnosis dan pengobatan penyakit telinga, hidung, tenggorokan, serta kepala dan leher.

    152. Otologi, ilmu yang mempelajari tentang telinga dan kelainannya serta operasi mikro telinga.

    153. Palaentologi, Ilmu yang mempelajari tentang fosil

    154. Paleobotani, ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau

    155. Paleozoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan purba

    156. Palinologi, ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen

    157. Parasitologi, ilmu yang mempelajari tentang parasit

    158. Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit

    159. Patologi anatomi, ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit atau proses lainnya

    160. Patologi Klinik, ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada berbagai fungsi organ atau sistem organ

    161. Pediatri, ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak

    162. Penelitian Biomedis, adalah ilmu penelitian dasar, terapan, atau translasi yang dilakukan untuk membantu dan mendukung pengetahuan di bidang kedokteran

    163. Perinatologi, ilmu yang mempelajari kesehatan janin dalam kandungan dan kesehatan bayi yang baru lahir

    164. Periodonti, ilmu mempelajari aspek klinis dari jaringan yang mendukung gigi

    165. Planktologi, ilmu yang mempelajari tentang plankton

    166. Pomologi, ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang buah

    167. Primatologi, ilmu yang mempelajari tentang primate

    168. Proktologi, ilmu yang mempelajari gangguan pada rektum, anus, dan usus besar

    169. Proteomika, kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel.

    170. Protozoologi, ilmu yang mempelajari tentang protozoa

    171. Psikiatri, ilmu kedokteran jiwa

    172. Pteridologi, ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku

    173. Pulmonologi, ilmu yang mempelajari tentang paru-paru

    174. Radiologi, ilmu untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik

    175. Reumatologi, ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang

    176. Rekayasa Genetika, ilmu yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis

    177. Rematologi, ilmu yang mempelajari diagnosis dan terapi penyakit rematik

    178. Rodentiologi, ilmu yang mempelajari tentang rodentia

    179. Sitologi, ilmu yang mempelajari tentang sel

    180. Sanitasi, ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan

    181. Simbiologi, ilmu yang mempelajari hubungan simbiosis antar mahkluk hidup

    182. Sindesmologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi

    183. Sosiobiologi, bidang studi ilmiah yang didasarkan pada asumsi bahwa perilaku sosial telah dihasilkan dari evolusi dan upaya untuk menjelaskan dan memeriksa perilaku sosial dalam konteks tersebut

    184. Stomatologi, ilmu yang mempelajari mulut beserta penyakit-penyakitnya

    185. Taksonomi, ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup

    186. Teknik Biokimia, cabang ilmu dari teknik kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi

    187. Teknik Biomedis, ilmu yang mempelajari prinsip teknis untuk praktik kedokteran

    188. Teratologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi dari sel, jaringan, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiologi dan biokimia.

    189. Toksikogenomik, ilmu pengumpulan, interpretasi, dan penyimpanan informasi tentang gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu dari suatu organisme dalam menanggapi zat beracun.

    190. Toksikologi, pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.

    191. Transkriptomika, bagian dari biologi molekular yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)

    192. Traumatologi, ilmu yang mempelajari luka, terapi bedah, maupun perbaikan kerusakannya

    193. Urologi, cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria

    194. Veneorologi, ilmu yang mempelajari penyakit menular seksual

    195. Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus

    196. Viscerologi, ilmu yang mempelajari organ dalam

    197. Xenobiologi, ilmu pengetahuan spekulatif tentang adanya makhluk hidup selain di bumi

    198. Zoologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan

    199. Zoologi Perbandingan, ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan antar hewan

    200. Zoosemiotik, ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar hewan


    Semoga tulisan ini bermanfaat. Apabila ada pertanyaan bisa tuliskan di kolom komentar ya, terima kasih



  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar